Thursday, January 11, 2007

hai...

first Selamat Natal dan Tahun Baru buat semuanya meskipun telat sekalian selamat idhul adha deh!

posted by bintang-pagi @ 4:46 AM 0 comments


Monday, December 18, 2006

Kemarin kutunggu telepon berdering..ring..ring ramai.
Tapi hari ini kutahu skripsi harus di pending lagi..
harus ditunggu lagi...
Sampai tanggal 9
Aku capek,
lalu lalang mobilpun males manghantamku
saat kakiku tak beranjak dari tengah jalan
lampu-lampu yang menyilaukan itu
serasa berkata
membusuklah kamu sebelum jadi sarjana.
god damn!!!!!!!!!!!

posted by bintang-pagi @ 8:39 PM 0 comments


Tuesday, November 07, 2006

aku tidak .......

Pernah nggaksuatu saat kamu ingin marah dan meledak tiba-tiba hanya bisa terpungkur dan terdiam.
Saat itu kamu akan berpikir tidak ada gunanya. Rasanya seperti berbicara dengan orang gila.

Aku jadi teringat banyak hal yang dapat membuatku marah. Mulai dari pujian yang tidak sesuai sampai pada cacian yang salah tempat. Biasanya, akan langsung kuhujam penyebab kemarahanku dengan apapun sampai aku merasa tenang. Kemudian kuadakan rapat kecil bersama kawan-kawanku di sebuah cafe merayakannya.

Tapi ini beda, aku terjebak. Aku tidak bisa marah saat aku dihinanya serampangan,tidak rapi. Aku tidak bisa marah saat dikatakannya aku adalah pengeluh nomer wahid. Aku tidak bisa marah saat semua janji-janji terbatalkan.
Bahkan saat banyak kepentingan kukorbankan, kata tidakpuas yang haruskujilati saban hari.

Hanya ada beberapa orang dalam hidupku yang seharusnya sudah menerima bogem mentahku, tapi terbukti mereka masih baik2 saja. Salah seorangnya adalah mamaku-pemaksa nomor satu- kukira lebih bagus jika dulu ia mendfaftar di mossad.
Tapi jika aku tidak bisa marah hari ini,jangan kira dirinya dapat merebut singasana mama di hatiku atau menyamakan kedudukan dengan papaku-si pecinta wanita-.
Dan kupastikan tidak akan seberapa lama lagi ia menikmati keadaan baik-baik sajanya itu!

posted by bintang-pagi @ 6:35 PM 0 comments


Saturday, October 14, 2006

Budi tidak sekolah.

ukh khuk khuk ukhhhhh
(aku lagi sakit batuk euy..ketularan rhe!)

Tadi siang kumelihat tetangga di dekat rumah Agus sedang mengajari anaknya berbicara.
Aku jadi pengen ketawa sendiri, dengan penuh peluh dan tenaga ibu2 itu berkata
M A M A (mulutnya dimonyong-monyongin dikit dan ludah bersemerawutan).
Sementara anaknya tetap mengeluarkan kata-kata bweh..ble...huaaaaaa
kikikiki

JAdi inget sebuah cerita ntah sudah kuceritakan atau belum, yang pasti ini lawas banget. Ini kisah tentang seorang anak kecil di desa terpencil bernama Budi. Budi yang masih bersekolah kelas satu SD, merupakan anak yang terselamatkan. Kedua orang tuanya tidak mampu membayarinya sekolah. Tanggung jawab tersebut diambil oleh kakek neneknya yang dekat dengan pak kades.
Di hari pertama Budi diberi pelajaran membaca dengan simulasi,
"Budi sayang Ibu" (gambar cewek jilbabpan)
"budi sayang ayah" (gambar laki pecian)
Pulang2 Budi ditanyai oleh kakek neneknya tentang apa yang dipelajarinya di sekolah.
"Budi kamu belajar opo cah bagus?" (bahasa jawa gw wuelek puol)
"Budi sayang Ayah dan IBu," jawabnya pamer. Kakek neneknya gembira, terbulti sekolah mengajarkan anak menjadi berbakti.
Keesokan harinya Budi bersekolah dengan gembira dan pulang mendapat pertanyaan yang sama, dijawabnya
"Budi sayang Ibu dan Ayah," pamer lagi
Tiba-tiba,
genap satu bulan kakek neneknya melarang Budi sekolah...
Loh???
Pak Kades datang membujuk ke rumah kakek nenek Budi
KAkek Nenek tidak bergeming, mereka tetap tidak mau menyekolahkan Budi
Ada Apa Gerangan?
"Anu Pak Kades, sekolah iku mengajarkan cucu kulo kurang ajar, tidak tahu berterimakasih. MAsak yang menyekolahkan, belikan seragam kakek neneknya, tapi yang diajarkan cuman sayang ayah dan ibu. LAh kita ini ditaruh mana?"

Loh.. duglak..kikikikikik
Nah itulah yang menyebabkan Budi tidak sekolah.

posted by bintang-pagi @ 7:57 AM 0 comments


Wednesday, October 11, 2006

wuv-wuv-wuv

Aku meleyeh-leyehkan diri dan bertidur-tiduran beberapa hari ini. Yah, daripada puyeng nggak adubilah menatap saldo yang kini tinggal empat ribu. Damput, diriku tak ada bondo ke kampus (tapi kok masih bisa ngenet??) kikikikiik, khusus yang ini aku lagi punya dana abadi, dari pria abadiku huahaha (diriku seromantis itu loh sayang, sadar nggak seh kamu? huek huek cuh!!!-mata terbelalak sambil tetap huek huek cuhhhhhhh-)

Okeh, kegaptekanku hari ini bisa membuat tersenyum ternyata! Ada seroang kawan lama yang memamerkan sebuah tempat menarik di internet. Disana katanya sih asik poldan plus kebetulan beliau salah seorang pengurusnya! Aku menurutinya dan emang cool sih, tapi aku sendiri nggak tahu harus melakukan apa. Kutelusuri dengan teliti dan ada tempat pendaftaran. Aku berpikir keras, apakah harus mendaftar atau tidak?
Pasalnya udah berapa banyak urusan di internet yang selalu "kuturut mendaftar" (nyanyinya kaya......... naik.....kuturut ke kota) dan semuanya aku nggak tahu gunanya.
Yah, demi kawanlah biar nggak sepi kucoba saja.
Kubuat e mail dan nick baru yang agak-agak garang.

Tanggal yang sama dengan post terakhir sebelumnya aku menelorkan sebuah pertanyaan.
Hari ini aku mendapat jawaban, dengan kata sapa pertama "hallo Bung!"

hehee bungkring maksut lo!!!!!!!!!!

Aku pengen banget ketawa, aku tidak ingin menipu tapi dia tertipu oleh jenis kelaminku wuakakakakakaka.

Lucu toh, mungkin nggak buat kamu, tapi sampai kutuliskan ini, aku masih tersenyum sendiri. Betapa mudahnya orang tertipu ama hal-hal seperti itu.

Di buku laknat psikologi sosialku yang harganya 74 ribu itu -eh aku beli dua pek dadine-, ada sebuah selentingan lucu.
Aku membaca bab yang berhubungan dengan "hubungan interpersonal". Sebuah karikatur menggambarkan betapa seseorang sangat suka bermain di internet, bertemu sahabat maya, bahkan kedalaman hubungan tersebut melebihi yang tampak.

Ya terang wae
Di INTERNET tak ada yang pernah tahu kalau kau seekor anjing.

wuvv wuvvvv wuvvvvv
watchout!!! dog at monitor!!!

posted by bintang-pagi @ 9:54 AM 0 comments


Monday, October 09, 2006

Kau kan bukan MAHA SISWA

Dulu ketika mendengar kata skripsi hatiku berdebar-debar
Percaya atau tidak adrenalin meningkat, karena kuharap akan kutemukan tempat penggombesan yang berhalaman-halaman.
Sempat tidak dapat kunalar seorang kawanku, tepatnya kakak kelasku yang memilih keluar kuliah saat mengerjakan skripsi.

Kawan baikku elizabeth maharani yang saat ini bekerja di sebuah biro psikologi kucerca dengan sinis. Kukatakan padanya bahwa mengerjakannya sangatlah mudah. skripsi adalah hal sama seperti ketika membuat draft terapi di pelajaran psiko terapi dan rehabilitasi, atau ngoceh panjang lebar di psikologi massa serta psikologi lintas budaya.

Hmmm..
Aku yang begitu sombong dengan indeks prestasi terakhir lumayan ini sudah menjalaninya selama tiga tahun. Tiga tahun setengah tahun menyelesaikan kuliah dan sekarang tidak selesai-selesai skripsi.
Sialan, aku putus asa sekali lagi setiap kali -anjrit-.
Okeh pertama-tama aku keasyikan bermain di dunia tulis-tulis dahulu. Yang dengan bagusnya dapat memolesku dengan berbagai pengalaman.

Kedua, aku tidak tahu harus menuju pada siapa saat akan mengerjakan skripsiku dulu.
Ketiga aku terbulet tidak beres karena terobsesi penelitiam kualitatif.

Bayangkan dulu ketika kuangkat teori tentang body dismorphic disorder,ibu moeryati sudibyo bersedia membantuku dan dosenku menganggap itu tidak penting. kemungkinan terjad di Indonesia sangat kecil, kemudian untuk mengeteskan harus kubawa seorang psikiater untuk menentukan.

setelah itu aku berpikir keras mencari tema yang menarik lagi. Kuangkat penggunaan napza untuk menguruskan badan. Apa kata mereka, bahwa hal itu bukannya hanya sugesti? Apakah aku sanggup bekerja keras bla..bla..bla. hari ini seorang kawanku lulusan S Fam mengatakan ineks dan shabu-shabu berasal dari aphetamin yang memang obat kurus, penghilang nafsu makan. SHIt!!!

Semuanya sudah dicoba akupun beralih ke kuantitatif. ealah malahan setiap pertemuan diganti, mulai dari self discrepancy, self evaluation, peran media, taek-taek taek. Bahkan sempat hanya satu variabel saja, body image pada remaja putri. Bayangkan!!!

Akhirnya sebulan setengah yang lalu mereka setuju tidak merubahnya dan menggunakan kecemasan melajang dan body image pada remaja putri. Kemarin lusa dengan santainya aku ditanyai
Dosen: Bidang minatmu apa, saya kok lupa?
Aku : Sosial bu!
Dosen: Aduh maaf! Saya baru ingat sekarang, kenapa latar belakangmu membahas dari psikologi perkembangan!!!!
(Anjritttttttttttttttttttttttttt
Siapa yang mengusulkan? Siapa yang meminjami buku?)
Dosen: Sayang kamu ganti dulu aja yah sekarang! Cari buku psisosnya peplau!
Aku : ya udah !! (dengan lemas dan terpaksa tersenyum).

Belum lagi dosen satunya lagi, yang selalu me-mending pertemuan dengan alasan "saya masih sibuk" "penelitian saya sendiri belum selesai-selesai".

Jujur sejujur jujurnya, tema itu tidak lagi menarik buatku. Aku sedang berpikir memotong ladahku agar bisu agar sekalian saja terbungkam dalam ketidakberdayaan ini. Tidak ada yang kuanggap penting dalam skripsi ini. teman-teman seangkatan bisa dihitung dalam sepuluh jari saat ini. Gila, kondisi kampus yang sudah tidak terkenali, kiri kanan dipenuhi daun muda. Bahkan ada yang sok menggodaku dengan memanggil "Dek kamu angkatan berapa!!' Grmmmph!!!!!


Hey Tuhan yang maha esa, maha besar dan berbagai maha lainnya diamanakah dirimu?
Tidakkah kau berniat membantuku?
Atau kau bingung harus melakukan apa?
Apakah itu alasanmu?
Apa? Aku kurang dengar!!
Oh kau tidak bisa buat latar belakang, hitung pakai spss, bikin hipotesa..
Kenapa? Aku harus maklum?
Oh ya yayaya
Aku minta maaf

baru kuingat Tuhan
Kau kan bukan MAHA SISWA

posted by bintang-pagi @ 8:15 AM 0 comments


MAAFFFFF?!!!!

Maaf..
Hari ini sekeripsiku terbengkalai
Bukan aku tak mau menggarapnya
Aku drop disuruh mengganti bab satu semuanya

(@#$%^& setelah jalan sampai angket dan mereka mengatakannya...!@#$$%^^&&)

Maaf..
Hari ini sekeripsiku terbengkalai
Bukan peralatannya kurang
Tapi setelah kucek di bank uangku tinggal 40 ribu
Aku harus mencari buku yang sebiji 74 ribu

Maaf..
Hari ini sekeripsiku terbengkalai
Bukan karena dosenku yang terlampau cerewet
Tidak ada seorangpun yang kompromi dengan gaya bahasaku

Maaf...
Hari ini sekeripsiku terbengkalai
Bukan karena aku sok sibuk
Tapi para pembesar itu enggan menemuiku saat moodku baik

Maaf...
hari ini sekeripsiku terbengkalai
Bukan karena dia tidak penting
Sejujurnya aku tak tahu gunanya

Maaf...
Hari ini sekeripsiku terbengkalai
Bukan karena ...
bukan karena...
Maaf...
Hari ini sekeripsiku terbengkalai

posted by bintang-pagi @ 7:48 AM 0 comments


Sunday, October 08, 2006

ini masalah jatuh cinta dan cinta

kemarin pada waktu menunggu di fakultas, aku disuguhi bacaan yang menarik oleh salah seorang dosenku.
Maklum mereka udah mulai jutek kuganggu habis-habisan dengan pertanyaan membosankan
"ada yang perlu kubantu bu?" -diulang setiap satu menit sekali.
Yah, sisi jeleknya, kenapa mereka menyuruhku menunggu?
Padahal sudah kukorbankan waktu tidurku -bayangkan aku disuruh datang jam 8 pagi-
Dengan penuh rasa percaya diri kuakui kebiasan borjuis kecilku itu -doyan molor ampe jam satu siang-meskipun tidur jam tuju malam...- yes!!!


Okeh, bacaan itu dalam bahasa Inggris dan aku kurang mengerti. Dengan gaya tergesa kucari kamus mencoba menterjemahkan sekenanya di perpus. Inilah hasilnya..

Ini masalah jatuh cinta dan cinta asyik kan?
Semua orang rata-rata pernah jatuh cinta kepada seseorang, dan tentu saja mereka mengakui bahwa cinta yang diberikannya adalah cinta sesungguhnya.
Aku juga merasakan hal yang setiap kali jatuh cinta. Padahal benarkah hal itu? Buku kemarin membahasnya dengan baik.

Setiap manusia punya yang namanya ego batas. Seharusnya yang namanya mencintai itu kita harus bisa lepas dari ego batas tersebut. PAda saat telah keluar dalam istilah psikologi belajar mencinta itu mengalami prose namanya cathexis yang berisisi attraction, investment, dan commitment.
Contohnya, ketika seorang pria mencintai kebunnya dengan tak terkira maka dia akan mengorbankan seluruh waktunya buat berkebun. Setiap hari minggu saat dia seharusnya istirahat dia malah berkebun. Mengorbankan apapun dan mengalami proses cathexis itu, dia tidak melakukannya dengan pamrih. Bahkan ketika tanamannya tidak tumbuh dengan baik dia hanya melihatnya, tidak marah.
Hal ini beda ketika kita meluangkan waktu untuk kekasih kita. Pada suatu saat kekasih kita lupa menjemput apa yang kita lakukan? Marah habis-habisan dan menuduhnya egois.

Sama seperti saat proses intercourse yang digembar-gemborkan sebagai bukti cinta itu. Apakah dengan melakukannya kita telah mencinta? PAdahal kitapun dapat terengah-engah sambil berteriak "i love you honey" "i want it more babe" pada semua orang pada saat orgasme. huahahahahaha
Itukah cinta? -salahkan kosmopolitan yang selalu memberikan trik2 tentang hal ini-
hal tersebut pula yang membedakan antara cinta dan plateu experience nya Maslow (perasaan cinta yang datang dan bisa hilang seketika).

Proses mencinta dan jatuh cinta merupakan pembelajaran. Begitu kita dapat merasakan maka jarak antara dunia dan diri bakalan blur. Suara burung, udara, angin terasa indah.

Mereka dalam buku tersebut mencontohkan tentang proses yang dialami oleh para biksu di agama Budha yang mencoba menghilangkan keduniawiannya. Semakin kita mampu merenggangkan ego batas kita maka cinta akan menghampiri. Mungkin kita akan tampak gila atau bahkan kita dianggap gila (schizophrenia) but itu adalah cara mencapai pengharapan cinta.

Oleh sebab itu sebelum kita mengalami proses cathexis, jatuh cinta serta bermain bersama ego batas, maka...

ego batas harus menjadi keras sebelum halus
identitas harus menemukan dirinya sebelum bisa tertransenden
kita harus menemukan diri sebelum bisa lepas

carilah surga sesungguhnya, walaupun surga itu dapat diperoleh dari sex, jatuh cinta, drugs..think-think..is that the trully nirvana?

posted by bintang-pagi @ 6:47 AM 1 comments