Saturday, September 24, 2005

pemandangan di sore hari

pada waktu lagi jalan-jalan naik Sepeda. Bintang, mama, adi dan adek asyik bercengkrama. kadang-kadang gara-gara itupun, hampir semua pejalan kaki yang meleng. Ditabrak oleh Bintang yang juga ikutan meleng. Maklum, klo di surabaya kendaraannya ber kaki empat. jadinya latihan keseimbangan yang dulu diabaikan begitu saja. Tiba-tiba mutlak di perlukan.

Ternyata, di belakang Bintang sedari tadi, kira2 sudah sekitar 10 menitan. Ada tante-tante manis sedang naik sepeda. Anaknya yang masik TK di bonceng dengan rapi di belakang. Bintang berandai-andai. Kalau saja, badan yang sudah tidak seberapa ini bisa di mungilkan lagi.
Nggak usah susah-susah ngontel sepeda toh!

Sebenarnya dulu sudah pernah di praktekan. bintang kemana-mana minta di bonceng adek. Walah-walah tanpa dinyana, diapun di cegat polisi. Tapi tenang, tidak apa-apa. Bintang juga nggak gerti kok ngomongnya apa.

Paling yang repot kan emaknya. HArus berkali2 meminta maaf. Kasihan deh dia!

Sampai di prapatan jalan karena harus menyebrang. Kita berhenti, tante tadi ikut berhenti. Anaknya di turunin dari boncengan sepeda. Bintang mendengar mereka bercengkrama dengan akrab. Mungkin pikir Bintang mereka sedang menunggu lampu merah berhenti juga kali yah!

Kemudian selang berapa menit, lampu merah berganti lampu hijau. (ini yang dimaksud lampu khusus penyebrang jalan loh).
Diujung jalan terdengar

Knock..knock..tok..tok..tok..

ada orang buta yang ikut nyeberang. Gayanya trendy, pakai kaca mata hitam. Bintang tersenyum. Dan nggak nyadar orang itu nggak akan bisa tau Bintang ramah. Wong peteng semua.

Cuman Bintang jadi salut, dengan jalan-jalan yang ada di sini. Setiap trotoar ada garis2 kuning, berbenjolan, untuk orang buta. WCpun ada buat orang cacat. Seneng aja melihat mereka bisa hidup layaknya orang normal.
Menyebrang jalanpun bisa santai banget buat si Buta. MAklum ada bunyi pip...pip..pip... buat menandakan mereka sudah boleh lewat.

Masih dalam keplongoannya itu. Bintang menunggu om-om Buta sampai. Maksut Bintang, klau sampai di tempat Bintang kali aja ada yang perlu di bantu.

eh tau, tau Om Buta manggil-manggil, "okasan-okasan (artinya ibu-ibuk!)
Tante dan anak kecil itu menghampiri om itu. Dengan mesra si anak kecil memeluk om-om buta tersebut.

Loh-loh ono opo iki! Pikirnya Bintang.

Tante-tante tadi mengambil tas om Buta, menaruh di keranjang sepeda. Sejurus kemudian cewek kecil lucu berpita merah muda berbaju anak TK itu tertawa tawa karena sudah di gandeng di tengah tante cantik dan om buta trendy. Tante trendy juga rasanya ahli banget, buktinya tangan kiri nuntun sepeda, tangan kanan gandeng adek kecil...

Wei, yasashi nya!!! Indah banget lihat pemandangan kayak gitu di sore hari.

usut punya usut, mereka itu sekeluarga. Dan memang sedang menanti sang Ayah pulang kerja. Bintang tidak jadi nyebrang kali ini, mama adek, adi udah ribut nungguin di ujung satunya.

babahno..ae..suruh sapa ndak sabar nunggu
hehhe

Benar-benar dinantinya mereka hilang dari pandangan mata..


Aduh...
Buat om Buta trendy, tante cantik dan adek lucu... Semoga bahagia selamanya deh!!

posted by bintang-pagi @ 4:58 AM


2 Comments:

At 5:38 AM, Blogger Dale said...

Daily SearchCast, Sept. 23, 2005: Forbes And The Richest People In...
Today's search podcast covers Forbes naming the richest people -- and lots of them are in search.
Hey, you have a great blog here! I'm definitely going to bookmark you!
I have a buy bonsai tree site. It pretty much covers buy bonsai tree related stuff.

Come and check it out if you get time :-)

 
At 6:54 AM, Blogger HaloSearch said...

Death of TV Debate Heats Up
These industries fed on scarcity. There are only a few channels available. TV was technology of tyrants.
www.palgold.com Online auction with free listings and no picture hosting fees, selling watches, jewelry and many other great products. Set up your own store and shop till you drop, get all this and more at www.palgold.com

 

Post a Comment

<< Home