Tuesday, October 11, 2005

shin imamiya festival

hmm
jangan pernah meninggalkan blog atau bakalan males nulis lagi kayak yang lagi aku rasain.
btw, kemarin aku pergi lagi ke sebuah festival bersama para homeless. ketemu dengan beberapa orang yang sama seperti di nagai koen kapan hari,
tapi kemarin aku baru bener2 pergi ke tempat yang slum abis. aku nggak akan bisa ngebayangin ada tempat macam itu di jepang.
Stasiunnya bobrok, kecil bauk kencing..gedung2nya model go skate lawas, pilar2 nggak bercat. Orang-orang pada tidur2an di jalan untuk ngantri kerja.
Ternyata di daerah kemarin, shin imamiya ada 20.000 homeless hidup.

festival kemarin nggak ada musik rock atau apapun. Cuman musik lawas jepang, sama pantomin jepang.
Aku nyoba ngorek2 alesan mereka menjadi homeless. Lumayan lah ada satu orang wartawan foto namanya dome yang bisa ngomong bahsa Inggris. maklum si dome udah berkeling dunia. Terakhir tahun lalu dia pergi ke Irak buat liputan. Karena, ada sedikit persamaan bahsa aku jadi agak2 clear dengan alesannya. (setelah sekian lama terus bertanya2!)

Kebanyakan mereka emang pemabok, mereka nggak bisa bekerja karena udah kecanduan alkohol. Dan emang di Jepang yang namanya alkohol udah kayak air putih. Setiap saat bisa di tenggak. Yah itu salah satu alesan yang reasonable..so aku rada lega..

Di sela2 festival sempat terjadi kegemparan. Ada kakek-kakek yang asyik menari terkena heart attack. Aku cuman bisa teriak help-help..rasanya banyak sih yang peduli, tapi cuman sok peduli dan megangin. Tapinya sama sekali nggak mau ambil tindakan.
Nao chan yang akhirnya bantuin aku nolong kakek itu. hanya dalam waktu 5 menit ambulance udah dateng nolongin. Hebat juga yah!! Kakek itu ditolong tanpa perlu penjamin dan sebagainya.

Pemandangan lainnya, saat nonton festival adalah. Aku ketemu kakek ompong muntah nggak karuan di sebalahku. Saban 3 menit mungkin. Dasarnya aku, selalu berusaha sok empati. Aku bingung beliin dia kopi. Tapi kata orang2 di sana sebenernya tindakanku itu nggak perlu..hehehe
aku jadi salah lagi deh..

Setelah festival usai sekitar jam 6 waktu sini. Tiba-tiba dateng serombongan orang bermobil seperti kijang gitu (mini bus) tepatnya. Mereka membagikan makanan. Dari kejauhan aku ngamatin orang2 antri seperti di penjara.

Tiba-tiba aja, lapangan itu penuh nyanyian halleluya..aku mulai mendekat penuh rasa ingin tahu.
Ternyata mereka orang2 Kristen gereja Protestan Korea. Jika mau dapat makanan harus, mau berdoa menuji nama Yesus dulu hehhee
Aku ketawa dalem hati..

dengan bangga aku bilang aku orang KAtolik, aku percaya Yesus. Tapi aku yakin Tuhan nggak butuh orang buat menyembah dia. Aku yakin Tuhan itu baik, jadinya apakah makanan itu harus ditukar dengan puji-pujian.

Darahku panas ditengah-tengah hujan. AKu nggak terima dengan penyalah gunaan macam ini.
Yah tapi mau bagaimana lagi, toh para homeless itu butuh makan. Masio itu cuman onigiri serta secangkir kopi hangat.

Ya sudahlah, setelah sebentar berbincang-bincang dengan Yuko, Nori, Dome dan Nao chan. Aku memutuskan untuk pulang dan merenung.

Kukira mendingan sejak aku ada di dunia, aku diperkenankan untguk tidak tahu apa-apa. Daripada pertanyaan-pertanyaan terus-menerus mampir dan mengetuk-ngetuk minta jawaban..

posted by bintang-pagi @ 12:23 AM


2 Comments:

At 10:08 AM, Blogger yang-terlupakan said...

duh, seru ya tinggal di jepang. ada rencana balik ke sini nggak, non?

 
At 4:37 AM, Blogger b. gundul S. Farm said...

cha... kamu kok ndak pernah online???

 

Post a Comment

<< Home